10 Langkah Cara Beternak Kambing Yang Efektif & Cara membuat pakan permentasi
10 Langkah Cara Beternak Kambing Yang Efektif
Kambing merupakan jenis ternak yang
sudah lama dibudidayakan. Cara beternak kambing sudah diajarkan oleh
orang tua kita secara turun temurun, dan memelihara kambing tidak sulit Karen
apakan cukup tersedia dialam negeri ini. Berbagai jenis tanaman dapat digunakan
sebagai makanan kambing. Namun dalam melakukan cara beternak kambing yang baik
harus memperhatikan makanan apa yang digemari kambing dan memberikan efek
maksimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis daun-daunan yang cukup
digemari opleh kambing antara lain daun turi, lamtoro dan nangka.
Siapkan secara khusus minuman air yang
sudah dicampur dengan POC
CIREMAI, dengan dosis 1 tutup botol / 5
liter air bersih. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nafsu makan kambing dan
membantu proses pencernaan makanan agar lebih sempurna. Pupuk organik cair
CIREMAI dibuat dari bahan-bahan alami yang bersih dan ramah lingkungan,
sehingga aman untuk ternak.
Cara beternak kambing yang baik perlu tahu delapan ras kambing asli Indonesia
Cara beternak kambing yang baik perlu tahu delapan ras kambing asli Indonesia
Hal lain yang perlu kita ketahui
dalam menjalankan cara beternak kambing yang baik adalah, kita memastikan untuk
mengetahui “ras kambing” yang akan kita ternakkan, hal ini bertujuan agar kita
sudah mengetahui sejak awal perilaku, keuntungan dan kerugian beternak “ras
kambing” tertentu sehingga kita bisa mengoptimalkan hasil dan meminimalkan
resiko. adapun ra kambing ali Indonesia adalah :
- Kabing Marica
- Kambing Samosir
- Kambing Muara
- Kambing Kosta
- Kambing Gembrong
- Kambing Benggala
- Kambing Kacang
- Kambing Etawa
Beberapa jenis kambing di Indonesia
tersebar di daerah kering dan berbukit atau daerah pegunungan, kambing adalah
jenis hewan yang takut air, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi 2
type yaitu :
- Kambing potong (penghasilan daging)
- Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu)
Berdasarkan tujuan pemeliharaan,
cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
- Kambing untuk pembibitan
- Kambing untuk penggemukan.
Beberapa jenis kambing yang telah
dikenal oleh masyarakat umum adalah
- Kambing Kacang
- Kambing Peranakan Etawah (PE)
Kedua jenis kambing ini sudah
beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia, namun cara
beternak kambing masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Kambing kacang
mempunyai keistimewaan dibandingkan kambing PE yaitu ber anak kembar dan jarak
beranak yang lebih pendek.
Kambing Marica
Kambing Marica tersebar di propinsi
sulawesi selatan, kambing marica ini hampir mirip dengan kambing kacang,
namun ada perbedaan yaitu penampilan tubuh lebih kecil dibandingan kambing
kacang, telinga berdiri menghadap samping arah kedepan, tanduk relatif kecil
dan pendek
Kambing Samosir
Kambing ini dipelihara secara turun
temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau samosir, ditengah danau toba,
kabupaten samosir, propinsi sumatera utara.
Kambing Muara
Kambing muara dijumpai di
daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara di propinsi sumatera utara.
Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna
bulu coklat kemerahan, putih dan hitam. Bobot kambing muara lebih besar
dibandingkan kambing kacang.
Kambing Kosta
Lokais penyebaran kambing kosta di
sekitar jakarta dan propinsi banten, kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang,
hidung rata dan kadang kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu
pendek
Kambing Gembrong
Kambing gembrong tersebar di daerah
kawasan timur pulau bali terutama di kabupaten karangasem, ciri khas dari
kambing ini adalah berbulu panjang, panjang bulu sekitar 15-25 cm, bahkan
rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang
terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong betina berbulu pendek
berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih
besar dari kambing kacang.
Kambing Benggala
Kambing benggala diduga merupakan
hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini
tersebar di daerah sekitar pulau timor dan pulau flores di propinsi nusa
tenggara timur.
Kambing Kacang
Kambing kacang merupakan kambing
asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ciri-ciri
kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung
meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata
60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk betina
rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg.
Kambing Peranakan Etawah (PE)
Kambing Peranakan Etawah (PE)
merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawah (asal India) dengan
kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Penampilannya
mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE merupakan kambing tipe
dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). Peranakan yang
penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang
merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE:
telinga panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi
dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan
pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha
panjang. Berat badan kambing PE jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi
pundak 76-100 cm.
SEPULUH LANGKAH CARA BETERNAK
KAMBING YANG BAIK
Cara betrenak kambing 1 ; Memilih
bibit yang baik
Pejantan
Kondisi tubuh sehat, tubuh besar
(sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak
cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah
ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal).
Betina
Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu
gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal,
mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing (buah susu) normal
(halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan).
Cara beternak kambing 2 ; mengatur
perkawinan kambing
Kambing telah dewasa kelamin dapat
dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai
birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari
giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina,
sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan.
Tanda-tanda birahi pada kambing
betina ;
- Gelisah
- Alat kelamin bagian
luar bengkak, basah, merah dan hangat.
- Ekor digerak-gerakan.
- Diam bila dinaiki oleh
pejantan.
- Nafsu makan berkurang.
Lama berahi sekitar 30 jam,
sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari.
Cara beternak kambing 3 ; mengetahui
waktu untuk mengawinkan
Waktu mengawinkan yang tepat adalah
12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin
dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan
dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan anatara saudara, anak
dengan bapak dan induk dengan anak.
Cara beternak kambing 4 ; menangani
kelahiran dengan benar
Kambing yang akan melahirkan nampak
gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur,
kambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin
membengkak dan nafsu makan turun.
Cara beternak kambing 5 : Perawatan
anak kambing
Kambing yang habis melahirkan
kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila
induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing
dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi
susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok
teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua
kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri.
Cara beternak kambing 6 : Menyusui
Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3
bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan
Cara beternak kambing 7 : Pendugaan
umur
Umur kambing dapat diperkirakan dari
gigi yang tumbuh :
-
Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun)
-
Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun)
-
Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun)
-
Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun)
-
Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun)
Cara beternak kambing 8 : Memberikan
pakan yang baik
Pakan kambing secara umum dapat
dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat
berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan daun kacang-kacangan,
sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi.
Rumput merupakan sumber tenaga atau
energi bagi ternak kambing. Jenis rumput yang umum diberikan ternak adalah
rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara
lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea. Selain rumput, sisa
hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau energi antara
lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun
jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk
pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun
kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra.
Pakan hijauan: 10% dari berat badan
Pakan konsentrat: 0,5 kg Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan
tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan
sebagai berikut:
a. Kambing Dewasa: 1 bagian
daun + 3 bagian rumput
b. Kambing yang akan
dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput
c. Kambing bunting: 3
bagian daun + 3 bagian rumput
Mineral dibutuhkan untuk
meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh supaya tetap sehat. Garam
dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu mineral yang lain dapat
dibeli di toko pertanian.
Cara Pemberian
a. Siapkan ruas bambu
dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya.
b. Lubangi kecil-kecil
pada bagian bawahnya.
c. Masukan garam dapur
atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh.
d. Masukkan air kurang
lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi
garam atau mineral.
e. Gantungkan bambu
tersebut di dinding kandang.
Air minum dapat diberikan dengan
wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari.
Cara membuat pakan permentasi
CARA MEMBUAT PAKAN KAMBING ATAU DOMBA DARI POHON PISANG
1. Persiapan Peralatan
- Terpal, sebagai alas untuk pencampuran bahan
- Timbangan, untuk menimbang bahan. Jenis timbangan terserah anda.
- Gelas ukur plastik.
Kemarin saya pakai yang 1000 ml,
gunanya ya untuk ngukur berapa liter air yang dibutuhkan. Alat lain bisa dipakai, misalnya pakai gayung ukuran 1 liter. Saya lebih senang pakai ini karena skala volume-nya lebih jelas. - Ember plastik kapasitas minimal 5 liter
- Sekop atau alat apa saja yang fungsinya untuk membantu saat pencampuran bahan
- Sprayer, saya memakai sprayer dengan kapasitas 5 liter. Sudah dilengkapi pompa biar ga pegel tangan. Fungsinya biar nanti larutan SOC bisa tersebar merata.
- Tong plastik atau kantong plastik, untuk tempat fermentasi bahan-bahan
- Golok, atau pisau, atau parang, terserah anda, fungsinya nanti untuk mencacah atau mengiris gedebog pisang.
2. Persiapan Bahan
Siapkan bahan-bahan sesuai tabel berikut. Untuk pembuatan pakan dengan jumlah yang berbeda, jumlah takaran bahan-bahan bisa disesuaikan.
NO
|
NAMA BAHAN
|
JUMLAH (TAKARAN)
|
1
|
Pohon Pisang
|
100 kg
|
2
|
Ampas Tahu
|
15 kg
|
3
|
Dedak/katul
|
3 kg
|
4
|
Gula Pasir
|
100 gram
|
5
|
Garam
|
250 gram
|
6
|
SOC HCS
|
30 cc (3 tutup botol SOC)
|
3. CARA PEMBUATAN
- Hamparkan terpal di tempat teduh, maksudnya biar kita tidak kepanasan selama pengerjaan, dan mengurangi resiko rusak atau matinya inokulum.
- Di atas terpal tadi, dengan beralaskan kayu, pohon pisang dipotong-potong sampai ukuran kurang lebih 3 x 4 cm
- Kemudian campurkan ke dalam pohon pisang yang sudah dipotong-potong tadi masing-masing ampas tahu dan dedak. Campur dan aduk sampai merata.
- Buat larutan bibit fermentasi dengan cara : 30 cc SOC HCS (3 tutup botol SOC) dimasukkan ke dalam 1 (satu) liter air, tambahkan 100 gram gula pasir lalu diaduk sampai larut. Larutan ini kemudian didiamkan selama 15 menit.
- Setelah 15 menit, larutan bibit fermentasi tadi dimasukkan ke dalam 10 liter air (pakai ember). Aduk sampai larut.
- Larutan baru tersebut kemudian masukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan ke dalam bahan pakan (potongan pohon pisang dkk.) secara merata sambil diaduk.
- Kemudian taburkan 250 gram garam ke dalam bahan sambil diaduk secara merata.
- Langkah terakhir, masukkan bahan pakan tersebut ka dalam tong plastik atau kantong plastik dan ditutup rapat (kedap udara) selama 1-3 jam.
- Setelah selesai, pakan hasil fermentasi tersebut siap diberikan pada ternak kambing atau domba.
4. KETERANGAN
- Sebelum pakan buatan diberikan pada ternak, terlebih dahulu bersihkan ternak (mandi) dan kandangnya. Bila perlu, ternak diberi vitamin B terlebih dahulu atau dicekok/dicontang dengan 2-3 cc (1 tutup botol) SOC HCS agar nafsu makannya meningkat.
- Masukkan kambing atau domba ke dalam kandang dan biarkan dulu untuk adaptasi dan JANGAN DIBERI MAKAN
- Untuk proses adaptasi, pertama-tama berikan pakan buatan dicampur dengan pakan biasa yang telah disemprot SOC HCS.
- Selama 1 – 7 hari, tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah disemprot SOC HCS, sore harinya diberi pakan buatan agar terbiasa. Selanjutnya akan normal dengan pakan buatan.
- Pengalaman saya, kecepatan adaptasi kambing atau domba berbeda-beda. Ada yang pada saat pertama diberi langsung menyukai pakan buatan ini, namun ada pula yang perlu waktu sampai 2 hari untuk adaptasi sampai benar-benar berpindah ke pakan buatan.
- Satu hal lagi, atur kadar air jangan terlalu tinggi. Bila terlalu tinggi atau basah, hasil fermentasi tidak optimal dan kurang tahan lama.
5. MANFAAT PAKAN HASIL FERMENTASI BASAH
- Pakan hasil fermentasi akan lebih mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi bisa optimal
- Dengan pola ini, kebutuhan nutrisi dalam pakan sudah terpenuhi sehingga pertumbuhan ternak akan lebih cepat dibandingkan dengan diberi pakan biasa (rumput), biasanya pertumbuhan 2 – 4 kali meningkat dibandingkan pakan biasa. Rata-rata 2,5 – 14 kg/minggu, sedangkan tanpa SOC rata-rata 2,5 kg/bulan.
- Daging ternak tidak banyak mengandung lemak karena komposisi pakan sudah ideal
- Nutrisi pakan berupa vitamin tercukupi dengan adanya kandungan SOC HCS dalam pakan
- Limbah kotoran ternak tidak bau seperti kalau diberi pakan biasa. Dengan demikian lingkungan akan tetap sehat. Silahkan bandingkan….
- Menghilangkan kebiasaan mencari rumput atau ngarit dan angon.
Keuntungan Pakan Fermentasi
Memberikan pakan fermentasi
kepada ternak mempunyai banyak keuntungan, yaitu:
* Meningkatkan nafsu makan sehingga penggemukan semakin cepat
* Memperbaiki proses pencernakan
* Lebih kebal terhadap penyakit
* Meningkatkan produksi susu
* Menjadikan susu dan daging kambing menjadi tidak prengus
* Mengurangi bau kotoran dan air kencing
* Kotoran menjadi lebih sedikit karena pakan menjadi tercerna dengan baik
* Meningkatkan nafsu makan sehingga penggemukan semakin cepat
* Memperbaiki proses pencernakan
* Lebih kebal terhadap penyakit
* Meningkatkan produksi susu
* Menjadikan susu dan daging kambing menjadi tidak prengus
* Mengurangi bau kotoran dan air kencing
* Kotoran menjadi lebih sedikit karena pakan menjadi tercerna dengan baik
Penggunaan hijauan fermentasi juga dapat menghilangkan efek buruk yang sering menyertai pemberian hijauan segar. Contohnya, rumput yang terlalu muda atau yang basah terkena air hujan sering membuat kambing mencret. Kambing sering kembung jika memakan legum muda atau jenis tertentu. Tak kalah penting, beberapa peternak membuktikan kasus cacingan menurun semenjak menggunakan pakan fermentasi.
Berikut ini contoh pembuatan pakan
komplit untuk ternak Kambing dan Domba :
Bahan :
Bahan berasal dari sumber daya lokal
yang tersedia, terdiri atas limbah pertanian seperti tebon jagung , jerami dan dedak padi. Berikut ini adalah formula
pakan lengkap (berdasarkan bahan kering) dari IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan
Universitas Jendral Sudirman :
Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.
Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.
Cara membuat
Cacah tebon jagung menggunakan chooper atau secara manual dengan ukuran
0,5-2 cm.
Campur cacahan tebon jagung dengan jerami, dedak padi, molases dan garam.
Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum atau karung plastik lalu tutup rapat.
Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.
Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.
Campur cacahan tebon jagung dengan jerami, dedak padi, molases dan garam.
Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum atau karung plastik lalu tutup rapat.
Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.
Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.
Pakan Komplit Ternak
Selain penerapan fermentasi bahan utama pakan hijauan, saat ini sudah
berkembang pembuatan pakan komplit untuk kambing dan domba.Teknologi ini
dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan bahan pakan ternak yang biasanya
berkualitas rendah (kurang protein dan energi) serta kurang ramah lidah.Jerami
padi, tongkol jagung, tebon jagung (batang dan daun jagung sisa panen), jerami
kacang tanah, kulit buah, bungkil kelapa dan ampasnya merupakan beberapa bahan
pakan yang dapat digunakan sebagai sumber pakan berkualitas bagi ternak kambing
dan domba.
Peternak kambing yang sudah menerapkan teknologi pakan fermentasi, sebaiknya
sekalian menggunakan pakan komplit fermentasi, atau menurut istilah kerennya
‘burger pakan’.Pembuatan burger pakan cukup dengan 3 – 7 hari pemeraman dalam
wadah tertutup rapat. Pakan komplit fermentasi yamg bagus berbau harum
bercampur asam, warna segar tidak jauh berubah dengan warna saat diracik, tidak
berjamur, dan pH 3,5 – 4,0.
Berikut ini contoh pembuatan pakan
komplit untuk ternak Kambing dan Domba
Bahan :
Bahan berasal dari sumber daya lokal yang tersedia, terdiri atas limbah pertanian seperti tebon jagung , jerami dan dedak padi. Berikut ini adalah formula pakan lengkap (berdasarkan bahan kering) dari IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan Universitas Jendral Sudirman :
Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.
Bahan :
Bahan berasal dari sumber daya lokal yang tersedia, terdiri atas limbah pertanian seperti tebon jagung , jerami dan dedak padi. Berikut ini adalah formula pakan lengkap (berdasarkan bahan kering) dari IPTEKDA-LIPI Fakultas Peternakan Universitas Jendral Sudirman :
Tebon jagung yang sudah kering atau layu 71 kg, onggok kering 15 kg, dedak padi halus 10 kg, molasses (dapat diganti air gula kelapa) 1,5%, serta garam 2%.
Cara membuat
Cacah tebon jagung menggunakan chooper atau secara manual dengan ukuran 0,5-2 cm.
Campur cacahan tebon jagung dengan jerami, dedak padi, molases dan garam.
Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum atau karung plastik lalu tutup rapat.
Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.
Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.
Cacah tebon jagung menggunakan chooper atau secara manual dengan ukuran 0,5-2 cm.
Campur cacahan tebon jagung dengan jerami, dedak padi, molases dan garam.
Masukkan campuran tersebut secara bertahap ke dalam drum atau karung plastik lalu tutup rapat.
Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.Hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak. Satu ekor kambing dewasa membutuhkan pakan lengkap sekitar 2,5-3 kg per hari.
Pakan yang sudah di fermentasi ini bisa disimpan selama 6 bulan.
Cara beternak kambing 9 :
Mempersiapkan dan merawat kandang yang sehat
Kandang diusahakan menghadap ke
timur agar memenuhi persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan
harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap
dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi
(lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.
Kambing sebaiknya dipelihara dalam
kandang untuk:
a. Memudahkan dalam
pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang
dalam masa kebuntingan.
b. Memudahkan
dalam pemberian pakan.
c. Menjaga
keamanan ternak.
Ukuran Kandang
- Anak: 1 X 1,2 m /2
ekor (lepas sapih)
- Jantan dewasa:
1,2 X 1,2 m/ ekor
- Dara/ Betina
dewasa:1 X 1,2 m /ekor
- Induk dan anak:
1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak
Cara beternak kambing 10 :
Dapat mengenali penyakit dan tahu cara mengatasinya
Penyakit Cacingan
Penyebab
Penyakit cacingan pada kambing dapat
disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing pita.
Gejala
Kambing semakin kurus, bulu berdiri
dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai
mencret.
Penanganan
1. Obat tradisional
a. Daun nanas yang
dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1
kg berat badan kambing, dicampur
air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari
sekali (jangan diberikan pada ternak
bunting).
b. Daun nanas segar
dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan
kambing, kemudian diberikan pada
kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan
diberikan pada ternak bunting).
2. Obat pabrikan
Biasanya menggunakan albendazole,
valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3
bulan sekali.
Pencegahan
a. Jagalah kandang tetap
bersih dan kering.
b. Buanglah
kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat
kompos.
c. Jangan
menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan
berpindah-pindah).
d. Jangan
berikan rumput yang masih berembun.
e.
Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah.
Penyakit Kudis (Scabies/Kurap)
Penyebab
Parasit kulit (Sarcoptes sp)
Gejala
a. Kulit merah dan
menebal.
b. Gatal dan
gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding
kandang.
c. Bulu
rontok.
d. Bagian tubuh yang
sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher.
Penanganan
1. Obat
tradisional
a. Oli 1 cangkir + cuka
1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok
makan atau 4 siung bawang merah yang
sudah dihaluskan, kemudian semua bahan
dicampur dan oleskan 2x sehari pada
kulit kambing sampai sembuh.
b. Belerang dihaluskan
3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x
sehari sampai sembuh.
2. Obat pabrikan
Suntik dengan Ivermectin secara sub
cutan (dibawah kulit).
Pencegahan
a. Jauhkan kambing
sakit dengan kambing sehat.
b. Bersihkan
kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih
kandang.
c. Jagalah
kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol 2%.
d. Mencuci
tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing.
Diare
Penyebab
Pakan berjamur atau terlalu muda,
bakteri, virus dan protozoa.
Gejala
a. Kotoran encer dan
warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan.
b. Kambing lemas,
bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.
c. Bulu-bulu
sekitar dubur kotor akibat kotoran.
Penanganan
a. Pisahkan
kambing sakit dari kambing sehat.
b. Berikan larutan
oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam
2,5 liter air dingin yang sudah
dimasak.
c. Bila keadaannya
tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter
hewan).
Pencegahan
a. Hindari
pemberian pakan yang menyebabkan diare.
b. Jagalah kandang
tetap bersih.
Keracunan
Penyebab
Tanaman beracun atau tanaman yang
tercemar pestisida.
Gejala
Mulut berbusa, kejang-kejang, muka
kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan
kematian mendadak.
Penanganan
a. Berikan air kelapa.
b. Berikan norit
2-3 tablet.
c. Hubungi petugas
kesehatan hewan (dokter hewan).
Pencegahan
a. Jangan menggembalakan
kambing di tempat yang banyak tanaman beracun.
b. Jauhkan kambing
dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot
pestisida.
Kembung Perut
Penyebab
Gas yang ditimbulkan oleh makanan
(rumput muda).
Gejala
Perut sebelah kiri membesar, napas
pendek dan cepat, tidak mau makan.
Penanganan
Berikan larutan gula merah dan asam
jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut
perut kambing.
Pencegahan
Jangan diberi rumput muda.
Sumber Artikel diantaranya dari:
http://carabeternakkambingetawa.blogspot.com/2013/01/langkah-cara-beternak-kambing-yang-baik.html
http://organichcs.com/2014/01/31/4-cara-membuat-pakan-kambing-atau-domba-dari-pohon-pisang

Nice info gan.
BalasHapusSimi simi berkunjung lagi lain waktu ya!
BalasHapus